Stress Kerja, Bagaimana Mengatasinya?
![]() |
| 8photo by Freepik |
Stres merupakan reaksi fisik ataupun psikis terhadap stressor atau pemicu stres. Pemicu stres ini beragam, bisa jadi merupakan gap antara harapan dan kenyataan yang terjadi. Stres di pekerjaan bisa jadi sumbernya beragam misalnya tugas pekerjaan yang terlalu banyak, rekan kerja yang toxic, ataupun atasan yang tidak supportive kepada kita. Stres yang kita rasakan bisa jadi mempengaruhi kesehatan mental kita. Cobalah pikirkan kembali, apakah kamu sedang stres sekarang?
Tahukah kamu jika pemicu stres sebetulnya dibutuhkan agar kita bisa mengoptimalkan diri kita? Jadi, stres bisa dibedakan menjadi dua yaitu eustress dan distress. Eustress merupakan stres yang dimaknai sebagai stres yang positif untuk memicu adrenalin kita agar semakin kompetitif atau menunjukkan diri terbaik kita. Lalu distress merupakan stres yang dimaknai sebagai hal yang negatif dan bisa membuat kita semakin terpuruk. Kita dapat memaknai pemicu stres ke dalam dua hal tersebut. Sebagai contoh seorang mahasiswa harus melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester) untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dia akan suatu mata kuliah, pemeritahuan dari kampus terkait pelaksanaan UTS menjadi stressor mahasiswa untuk belajar sungguh-sungguh sehingga mendapatkan skor UTS yang maksimal. Pemberitahuan terkait pelaksanaan UTS merupakan eustress.
Memang, memaknai stres tidaklah mudah, apalagi dalam setting pekerjaan kita. Selain contoh sebelumnya yaitu mengatasi stres dengan mengubah perspektif distress menjadi eustress sebisa kita, Darria Long (ER Doctor) dalam penjelasannya di TedXTalks menyebutkan beberapa cara bagaimana mengatasi stress, terutama untuk orang yang bekerja di perusahaan.
1. Mengubah mindset kita dari orang yang sangat sibuk menjadi orang yang siap merespon segala challenges. Darria menyebut "... we should change the mindset from crazy mode to ready mode" dalam penjelasannya. Selain ini, kita tidak harus memaknai setiap pemicu stres sebagai red noice, just being relax and be ready.
2. Kita harus bisa menilai dan memikirkan bagaimana pekerjaan yang sulit bisa lebih mudah dikerjakan dengan mencari cara atau plan. Kita harus fokus untuk mencari solusi atas pemicu stres yang terjadi.

Komentar
Posting Komentar